Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme, Serta Respon Dari Bangsa Indonesia

Kolonialisme dan imperialisme – Terhitung sejak abad ke- 15 kolonialisme dan imperialisme di lakukan oleh bangsa eropa yang telah di lakukan ke seluruh penjuru dunia.

Jatuhnya kota konstantinopel ke tangan pemimipin muslim Turki Usmani pada tahun 1453. Hal inil yang menjadikan salah satu latarbelakang bangsa eropa sampai ke Indonesia dengan melakukan kolonialisme dan imperialisme.

Tahukah kamu bahwa kolonialisme dan imperialisme itu berbeda loh. Kelihatannya sih mirip tapi artinya sangat berbeda loh sobat belajarnusantara.

Kali ini kita akan membahas tuntas tentang materi sejarah pemintan kelas 11 mengenai kolonialisme dan imperialisme. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kolonialisme? Apa dampak imperialisme dan kolonialisme? Dan Kesimpulan kolonialisme dan imperialisme.

Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia

Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia

Sebelum belajar lebih lanjut maka sebaiknya sobat belajarnusantara harus tahu dan memahami dahulu apa yang di maksud dengan kolonialisme dan imperialisme? Dan hal apa sajakah yang melatarbelakangi kolonialisme dan imperialisme di indonesia?

Kolonialisme itu berasal dari sebuah kata “Colonus” artinya adalah menguasai. Kolonialisme jeuga mempunyai sebuah arti lain yaitu upaya suatu negara untuk memperluas daerah kekuasaanya di luar kekuasaannya tersebut.

Kolonialisme juga mempunyai sebuah tujuan, tujuannya yaitu untuk mencapai atau mendominasi kekuatan disemua bidang seperti ekonomi, Sumber daya manusia, sumber daya alam, serta politik.

Wilayah yang mempunyai sumber daya alam mentah yang sangat banyak biasanya di jadikan wilayah koloni, karena bahan mentah sangat di butuhkan oleh negara yang melakukan kolonialisme untuk di gunakan berbagai hal.

Ada sebuah sugesti bahwa negara yang melakukan kolonialisme jauh lebih besar kekuatannya dari bada negara yang di koloni.

Sedangkan Imperialisme berasal dari bahasa latin dari kata “Imperium” yang artinya adalah kedaulatan, kekuasaan tertinggi atau hanya sekedar kekuasan.

Imperialisme yaitu sebuah kebijakan atau sebuah ideologi untuk memperluas daerah kekuasaan atas negara lain serta penduduk asli negara tersebut.

Dengan tujuan utamanya yaitu untuk memperluas akses ekonomi, politik, mengontrol kekuasaan, dan lebih seringnya dilakukan dengankekuatan militer. Jadi seperti itulah pengertian imperialisme sobat belajarnusantara.

Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme

Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme

Letak Perbedaan kolonialisme dan Imperialisme yaitu pada tujuan utamanya. Dengan kata lain kolonialisme  fokusnya adalah penguasaan suatu wilayah yang mempunyai sumberdaya alam tertentu, dan hasilnya di bawa ke negara asal penjajah.

Sedangkan Imperialisme fokusnya yaitu pada penguasaan politik dan pemerintahan di suatu negara yang lain untuk mempengaruhi negara tersebut.

 

Latar Belakang Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia

Praktik Kegiatan kolonialisme dan imperialisme sudah dikerjakan oleh negara eropa sejak abad ke-15 ke seluruh dunia. Salah satu daerah koloni adalah negara kita sendiri yaitu indonesia.

Waktu itu latar belakang bangsa eropa masuk ke indonesia ada beberapa penyebab contohnya seperti jatuhnya kota konstantinopel di daerah laut tengahkepada kekuasaan Turki Usmani pada tahun 1453, Terjadinya Revolusi Industri, merosotnya keadaan ekonomi serta perdagangan bangsa eropa

Anda perlu mengetahui, kolonialisme dan Imperialisme modern muncul setelah terjadinya  sebuah revolusi industri karena tujuannya adalah memulihkan serta mengembangkan perekonomian bangsa eropa.

Revolusi industri mengakibatkan bangsa eropa membuat kapal laut yang tangguh yang berfungsi untuk menjelajah samudra  demi mencari sumber daya alam di negara-negara lain. Selain itu misi penjelajahan ini juga bertujuan untuk melanjutkan Semangat juang perang salib.

Dalam Upaya penjelajahannya tersebut, negara eropa sedikit demi sedikit mulai menyebar ke seluruh penjuru dunia, dan sampailah pada kolonialisme dan imperialisme di negara indonesia.

Akibat dari jatuhnya kota konstantinopel pada Turki Usmani pada tahun 1453, mengakibatkan akses bangsa eropa untuk memperoleh rempah-rempah dengan harga murah di kawasan laut tengah ditutup dan hal ini berimbas pada kelangkaan rempah-rempah di eropa dan harga rempah-rempah di eropa meroket tinggi.

Lalu bangsa eropa mempunyai pemikiran untuk mencari serta menemukan wilayah-wilayah penghasil rempah-rempah kedunia baru yang berada di timur eropa.

Karena sudah merasa enak lama kelamaan bangsa eropa semakin berambisi untuk melakukan ekspansi dan menguasai negara-negara lain untuk di ambil keuntungan ekonomi serta kejayaan politik bangsa eropa itu sendiri.

Indonesia termasuk ke dalam negara koloni mereka karena negara indonesia merupakan penghasil rempah-rempah y ang besar seperti cengkih, pala, lada, kayu manis, dan sebagainya.

Rempah-rempah pada masa itu merupakan komoditas yang sangat menguntungkan karena sangat laris di pasaran eropa. Bangsa eropa lalu menjuluki nusantara (Indonesia) dengan julukan Hindia

Respon Bangsa Indonesia Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme

Respon Bangsa Indonesia Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme

Setelah merespon sistem kolonialisme dan imperialisme ada empat aspek utama yang terjadi pada bangsa indonesia seperti sosial budaya, Politik, sastra dan seni, dan juga pendidikan. Berikut ini adalah pemaparannya.

Aspek Ekonomi dan Politik

Aspek Ekonomi dan Politik

Kolonialisme dan imperialisme terjadi di indonesia karena ekspansi besar-besararan yang di lakukan bangsa eropa untuk mencari sumberdaya baru terutama rempah-remapah.

Dalam bidang politik dan ekonomi bangsa indonesia sangat di rugikan pada masa kolonialisme dan imperialisme. Oleh sebab itu bangsa indonesia melakukan perjuangan dengan membuat perlawanan kepada VOC, Portugis, serta pemerintahan hindia Belanda. Inilah beberapa perlawanan dan juga perang akibat politik serta ekonomi.

Perlawanan Terhadap Portugis

Perlawanan Terhadap Portugis

Berbagai peristiwa besar terjadi akibat upaya dari bangsa indonesia untuk melawan penjajahan bangsa portugis, peristiwa itu sebagai berikut :

Perlawanan Kesultanan Ternate

Akibat kebijakan monopoli perdagangan yang di berlakukan bangsa portugis yang menyengsarakan rakyat membuat sultan hairun mengambil alih pimpinan rakyat ternate untuk melakukan perlawanan terhadap penjajah.

Akan tetapi pada tahun 1570 Sultan Hairun tertangkap dan di hukum mati oleh bangsa portugis. Walapun pemimpin rakyat ternate sudah mati, itu tidak menjadi penyurut perlawanan rakyat ternate kepada Bangsa penjajah potugis.

Lalu perjuangan Sultan Hairun Selesai dan di lanjutkan oleh Sultan Baabullah. Pada tahun 1575 di bawah kepemimpinan sultan baabullah inilah yang berhasil mengusir bangsa portugis dari maluku.

Bangsa portugis yang berhasil di usir rakyat ternate di bawah pimpinan sultan baabullah akhirnya lari dan menyingkir ke pulai Timor dan berhasil menguasai Timor Timur hingga menjelang akhir abad ke- 20.

Perlawanan Kesultanan Aceh

Pada tahun 1514-1540 Kesultanan aceh juga melakukan perlawanan terhadap bangsa portugis dengan di pimpin oleh Sultan Ali Mughayat Syah. Pada waktu itu berhasilah kesultanan Aceh memukul mundur dan mengusir bangsa portugis dari wilayah aceh.

Kemudian pada tahun 1538-1571 perlawanan kesultanan Aceh terhadap portugis di lanjutkan oleh sultan Alaudin Riayat Syah Al-Qohar. Bahkan pada tahun 1615 dan 1629 sultan iskandar muda juga pernah menyerang Bangsa portugis di malaka.

Walaupun sultan iskandar muda tidak pernah Berhasil mengusir portugis dari malaka. Akan tetapi perlawanan rakyat aceh terus di lakukan dan berlanjut hingga pada tahun 1641 malaka jatuh pada tangan Voc.

Perlawanan Kesultanan Demak

Sellain di wilayah ternate. Bangsa prtugis juga memberlakukan praktik monopoli perdagangan di wilayah malaka. Praktik monopoli perdagangn ini membuat para saudagar muslim di malaka merasa terganggu.

Kesultanan Demak khawatir jika portugis di biarkan mereka akan mengekspansi Pulau jawa dan menunjukan solidaritas mereka terhadap kesultanan di malaka serta para saudagar muslim yang berada di malaka. Akhirnya kesultanan Demak Memutuskan untuk menyerang bangsa Portugis.

Pada tahun 1526 di bawah pimpinan sultan trenggono Kesultanan Demak Menyerbu Sunda Kelapa, dan berhasil menguasai wilayah itu. Satu tahun kemudian yaitu pada tahun 1527 bangsa portugis tidak menyadari kalau daerah sunda kelapa sudah di kuasai kesultanan Demak.

Bangsa portugis datang mereka mau membuat benteng di sana. Karena wilayah itu sudah di kuasai oleh kesultanan Demak maka Portugis dengan Mudah di usir oleh kesultanan Demak di bawah pimpinan Fatahillah.

Lalu kemudian fatahilah mengganti nama sunda kelapa menjadi Jayakarta yang mempunyai arti Kemenangan yang Gemilang

Perlawanan Terhadap VOC

Perlawanan Terhadap VOC

Banyak sekali peristiwa penting yang terjadi, dalam upaya bangsa indonesia melawan bangsa penjajah Voc, Peristiwa tersebut seperti :

Perlawanan Kesultanan Mataram

Pada awal datang VOC berhubungan dengan baik pada kesultanan Mataram, bahkan sampai kesultanan Mataram memberi izin VOC mendirikan Benteng sebagai kantor perwakilan dagang di wilayah Jepara.

Akan tetapi setelah beberapa lama Sultan Agung menyadari bahwa VOC Sangat berbahaya bagi rakyat dan pemerintahannya.

Akhirnya pada tahun 1628 Sultan agung Menyerang Voc, akan tetapi serangan yang pertama menuai kegagalan dan menyebabkan sekitar seribu Prajurit Kesuktanan Gugur. Dan pada bulan Agustus -oktober 1629 dilakukanlah penyerangan yang keduai akan tetapi masih juga mengalami kegagalan.

Di karenakan kesultanan mataram kalah dengan teknologi persenjataan, Kekurangan pasokan makanan karena Lumbung padi yang ada di wilayah karawang dan Cirebon Di bakar oleh VOC.Wabah Penyakit yang menyerang pasukan mataram, jarak tempuh yang terlalu jauh.

Perlawanan Kesultanan Banten

Karena persaingan dagang VOC yang licik dan juga adanya gangguan dari VOC mengakibatkan dimulainya perlawanan Kesultanan Banten.

Sultan ageng Tirtayasa melakukan upaya melawan VOC dengan Melakukan kerja sama dengan pedagang – pedagang asing lainnya yang merasa di rugikan oleh uleh VOC, contohnya seperti pedagang dari Inggris.

Kemudian diseranglah kapal – kapal VOC yag ada di perairan Banten oleh sultan ageng tirtayasa serta wilayah yang berbatasan dengan wilayah Batavia, pada tahun 1658-1659 hal ini terjadi seperti peperangan di daerah Tangerang dan Angke.

Perlawanan Kesultanan Gowa

Awal di mulainya  perlawanan Kesultanan Gowa yaitu Pelucutan dan Perampasan armada VOC di Maluku di bawah pimpinan Sultan Hasanudin. Perang makasar akhirnya pecah karena adanya pelucutan dan perampasan armada laut yang di lakukan oleh pasukan Gowa.

Selama tiga tahun peperangan terjadi antara Kesultanan Gowa dan VOC yaitu pada tahun 1666-1669. Ketika perang makassar terjadi VOC telah bersekutu dengan Arung Palaka dan juga Raja Bone yang saat itu sedang berseteru dengan kesultanan Gowa.

Perlawanan Terhadap Pemerintahan Hindia Belanda

Perlawanan Terhadap Pemerintahan Hindia Belanda

Pada masa awal pemerintahan hindia Belanda. Belanda tidak menerapkan lagi kebijakan Kolonialisme ala VOC. Akan tetapi hal tersebut tidak membuat Praktik dagang serta Kerja Paksa Rodi berakhir. Saat Belanda datang dan berkuasa di indonesia penindasan terjadi lagi di indonesia, berikut ini pemaparannya

Sumber daya alam yang melimpah khususnya rempah-rempah menjadi penyebab terjadinya kolonialisme dan imperalisme di indoenesia.

Perlawanan Rakyat Maluku

Perlawanan yang dilakukan rakyat Maluku di sebabkan karena Mereka tidak mau Belanda kembali ke wilayah mereka dan menghancurkan semuanya.

Saat Thomas Stamford Rafles Berkuasa pada hindia Belanda, Beberapa aturan VOC seperti praktik monopoli perdagangan dan kerja Rodi tidak di lakukan.

Akan tetapi pada tahun 1817 Belanda kembali Berkuasa dan aturan penindasan rakyat kecil, miskin seperti Praktik Monopoli perdagangan Cengkih, pala dan juga kerja Rodi Kembali diberlakukan.

Presiden saparua yang baru saat itu adalah J.R Van Den Berg, juga di agngap tidak reaktif pada keluhan rakyat. Dan Belanda Melakukan Penjemputan Remaja Maluku untuk di jadikan Tentara dan dikirim dan ditugaskan di pulau jawa

Perlawanan Rakyat Sumatera Utara

Perlawanan rakyat tapanuli dilaksanan dengan di bawah pimpinan Raja Sisingamangaraja XII. Perlawanan ini terjadi karena Belanda ingin merampas daerah Tapanuli dan membentuk (Pax Neerlandica) yaitu ambisi belanda untuk menguasai seluruh wilayah yang ada di nusantara.

Perlawanan Rakyat Palembang

Perlawanan Rakyat palembang ini di pimpin oleh sultan Baharuddin. Perlawanan ini terjadi karena Belanda berusaha untuk menguasai wilayah Palembang yang letak wilayahnya sangat strategis serta kaya akan barang dagangan yaitu “kepulauan Bangka Balitung”.

Kemudian Pasukan yang dipimpin oleh sultan Baharuddin melakukan penyerangan pada benteng-benteng pertahanan Belanda.

Ketika masa transisi pada tahun 1811 yaitu pergantian kekuasaan dari tangan Belanda ke tangan Inggris karena Perjanjian Tuntang, Inggris Lebih Memusatkan Pandangannya ke Pulau Jawa

Sultan Baharuddin yang tahu hal ini langsung memanfaatkan situasi ini dengan melakukan penyerangan ke Garnisun Belanda di Palembang.Setelah itu Sultan Baharuddin juga menentang keberadaan inggris yang berada di wilayahnya.

Pada tahun 1812 Atas sikap Sultan Baharuddin yang tidak suka dengan keberadaan inggris ini berakibat pada penyerangan sekaligus penjarahan di istana lalu melantik adik sultan Baharuddin yaitu Ahmad Najamudin sebagai Sultan yang baru, menggantikan kakanya

Aspek Sosial dan Budaya

Aspek Sosial dan Budaya

Perlawanan bangsa indonesai terus di lakukan dalam membasmi praktik kolonialisme dan imperialisme tidak hanya melakukan peperangan saja tetapi juga dengan gerakan sosial dan budaya. Beberapa gerakan sosial dan budaya tersebut yait sebagai berikut :

Gerakan Sosial di atas Tanah Partikelir

Gerakan Sosial di atas Tanah Partikelir

Gerakan sosial ini merupakan sebuah bentuk protes dan juga bentuk perlawanan terhadap peraturan yang di berlakukan oleh Belanda yang sangat tidak adil. Dan adanya rasa tidak puas terhadap kondisi ekonomdan juga sosial iyang terjadi yang tidak memberikan dukungan pada gerakan sosial ini.

Gerakan ini ada pada kalangan petani karena mereka merasa ketidakadilan dari praktik monopoli perdagangan atau pemberian hadiah tanah dari pemerintahan Belanda kepada Swasta atau perindividu.

Dan tanah ini yang akn menjadi tanah partikelir (tanah hadiah swasta). Para tuan tanah ini merasa mempunyai hak untuk menindas penduduk atau rakyat yang berada pada tanah partikelir mereka.

Penduduk yang berada di tanah partikelir tersebut harus menyerahkan hasil dari panenan mereka dan memeras mereka tanpa di beri upah sepeserpeun.

Gerakan Mesianisme

Gerakan Mesianisme

Gerakan mesianismi ini adalah suatu gerakan yang mempunyai harapan akan datangnya suatu ratu yang di sebut Ratu Adil atau imam mahdi sebagai penyelamat semua rakyat.

Biasanya pada gerakan ini terdapat satu orang pemimpin yang di anggap sebagai juru penyelamat rakyat, pimpinan agama bahkan Nabi.

Dan gerakan ini keyakinannya berdasarkan pada hal gaib yang di beritakan pada sang pemimpin yang akan mendatangkan serta memberi kabar munculnya era baru dan datangnya zaman keemasan yang memusnahkan penderitaan rakyat kecil dan hilagnnya semua konflik dan juga keadilan

Berikut ini adalah beberapa contoh dari gerakan mesianisme yaitu Kasan Gerakan Darmojo 1907, Mukmin 1903, serta dukun yang mengaku keturunan dari Sultan hamengku buwono V yang akan bertindak sebagai ratu adil dan menjadi sultan di Yogyakarta 1918.

Aspek Seni dan Sastra

Aspek Seni dan Sastra

Pada masa perjuangan dalam menghadapi kolonialisme dan imperialisme aspek Seni dan sastra juga mempunyai peran yang sangat penting loh.

Beberapa karya sastra banyak bermunculan pada masa itu yang isinya adalah menyuarakan ketidakadilan yang di alami kaum pribumi karena adanya kolonialisme dan imperialisme yang di lakukan oleh Bangsa Belanda.

Karya karya sastra pada masa itu jugalah yang dapat membangkitkan reformasi semangat juang kemerdekaan bagi pembacanya untuk melawan kolonialisme dan imperialisme. Beberapa sastrawan yang ada pada masa itu dan membuat karya yaitu :

Max Havelaar (Eduard Douwes Dekker)

Max Havelaar (Eduard Douwes Dekker)

Aduard douwes dekker adalah nama pena dari Multatuli, dia adalah orang Belanda yang sangat peduli dan prihatin pada nasib kaum pribumi (Indonesia). nama Multatuli ini asalnya dari bahas atin yang mempunyai arti “banyak sekali yang sudah aku derita”.

Rasa prihatin dan juga peduli Douwes Dekker lalu di tuang kedalam sebuah tulisan dan menjadi sebuah novel karya sastra dengan judu Max Havelar 1860.

Dan novel ini juga menjadi salah satu sebab inspirasi pergerakan nasional dalam melawan kolonialisme dan imperialisme, serta mendorong sastrawan di seluruh indonesia untuk menuangkan buah pemikirannya tentang kekejaman penjajah Belanda, terkhusus auntuk angkatan pujangga 1933-1942

Soewarsih Djojopoespito (Manusia Bebas)

Soewarsih Djojopoespito (Manusia Bebas)

Soewarsih adalah seorang sastrawan sekaligus menjadi pengarang perempuan. Beliau menulis novel dengan judul “Manusia Bebas”novel tersebut di terbitkan pada tahun 1940, dalam bahasa belanda buku ini di tulis “Buiten het Gareel” yang artinya adalah (di luar kekang).

Isi novel ini adalah mengenai kisah para pendiri dan juga guru (Sekolah Liar) yang tidak putus asa karena hidup serba kekurangan serta tak mengenal takut sedikitpun sekalipun itu di awas dan di ancam dan juga di tangkap oleh pemerintah kolonialisme Belanda.

Sekolah Liar yaitu sekolah swasta yang berdiri pada masma penjajahan Belanda dan didirikan oleh para tokoh pendidikan Indonesia yang fungsinya untuk memajukan moralitas sertapendidikan yang bagus untuk masyarakat pribumi.

Mas Marco Kartodikromo (Student Hidjo dan Rasa Merdeka)

Mas Marco Kartodikromo (Student Hidjo dan Rasa Merdeka)

Mas Marco adalah keturunan dari seorang  priyayi rendahan di daerah cepu, Blora, Jawa Tengah. Mas Marco menjadi bagian dari Medan Prijaji yang telah menjadi surat kabar untuk menyuarakan pemikiran kaum pribumi yang terpelajar.

Tirto Adhi Suryo adalah pemimpin dari Medan Priaji. Ketika Mas Marco bekerja di Medan Priaji Mas Marco ini bertemu langsung dengan Ki Hajar Dewantara dan Douwes Dekker dan yang kemudian menjadi sebuah organisasi Indische Partij.

Melalui tulisan yang di rurahkan Mas Marco yang mengajak warga pribumi untuk memumupuk kesadaran tentang keilmuwan politik .

kesadaran Rakyat pribumi terhadap politik mempunyai arti penting dalam penggerakkan rakyat pribumi untuk melakukan upaya perlawanan kolonalisme dan imperialisme yang di lakukan pemerintah Koloni Belanda.

Pada tahun 1926 Karya sastra yang berasal dari tulisan Mas Marco inilah yang kemudian menjadikan Mas Marco di tangkap dan di asingkan Ke wilayah Papua. Dan pada akhirnya mas Marco meninggal pada tahun 1932 di Papua karena penyakit Malaria.

Aspek Pendidikan

Aspek Pendidikan

Perjuangan dalam aspek pendidikan yang dilakkan oleh pahlawan indonesia merupakan perjuangan yang sangat penting ketika melawan kolonialisme dan imperialisme Belanda.

Para tokoh pendidikan seperti Ki Hajar Dewantara di masa kolonialisme dan imperialisme membuat sekolah sekolah swasta yang tujuannya mengubah pola pikir rakyat pribumi, serta menciptakan semangat nasionalisme dalam melawan kolonialisme dan imperialisme.

Sekolah – sekolah swasta yang telah di bangun sedemikian rupa kemudian di anggap sebagai “Sekolah Liar” oleh pemerintahan kolonial Belanda karena mereka menggangap sekolah swasta ini sebagai ancaman kedaulatan kekuasaan mereka di Wilayah indonesia.

Ada dua sekolah yagn di bangun pada masa itu, dua sekolah itu yaitu sebagai berikut ini :

Taman Siswa

Taman Siswa

Pada tanggal 3 Juli 1922 di dirikanlah sekolah swasta yang di beri nama Taman Siswa oleh Ki Hajar Dewantara di Yogyakarta.

Sekolah taman siswa ini menjadi salah satu aspek perjuangan pahlawan indonesia melalui organisasi pendidikan pada saat masa kolonialisme dan imperialisme.

Ki Hajar Dewantara Memberikan Tiga Konsep Ajaran dalam pendidikan di Taman Siswa tiga konsepnya yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Amngun Karso, Tut Wuri Handayani.

Ing Ngarso Sung Tulodo mempunyai arti yaitu para guru mempunyai tanggung jawab memberi pendidikan serta memberikan Contoh yang baik  kepada semua muridnya, supaya menjadi suri teladan bagi Muridnya.

Ing Madyo Mangun Karso mempunyai arti yaitu setiap guru wajib memberi motivasi yang terbaik untuk muridnya serta memberi bimbingan secara konsisten supaya muridnya dapat berkembang sesuai bakat yang di miliki muridnya.

Tut Wuri Handayani Mempunyai arti yaitu guru harus membimbing para muridnya supaya dapat menggali lebih dalam sendiri ilmu pengetahuan dan menemukan makna da ilmu pengetahuan yang di dapatnya. Agar kelak ilmu pengetahuannya berguna bagi masa depannya

Indisch Nederlandse School Kayu Tanam

Indisch Nederlandse School Kayu Tanam

Pada tanggal 31 Oktober 1926 di dirikanlah sebuah organisasi pendidikan oleh Mohammah Syafei (Tokoh Pendidikan nasional sekaligus pernah menjabat sebagai mentri pendidikan dan kebudayaan ketiga dalam kabinet Sjahrir II)yang di beri nama Indisch Nederlandse School Kayu Tanam (Letaknya di kayu tanam).

Kemudian sekolah ini juga melahirkan tokoh – tokoh besar dalam sejarah seni dan politik nasional seperti Mochtar Lubis, Ali Akbar Navis, Tarmizi Taher.

Mohammad Syafei sangat menitikberatkan pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa indonesia, dengan lewat pendidikan bangsaindonesia bisa mengembangkan rasa Toleransi dan nasionalisme. Sekolah yang di dirikan oleh Mohammad Syafei ini mempunyai misi yaitu Head, Heart, dan Hand

Head artinya yaitu Setiap Sekolah Memberi fasilitas kepada muridnya untuk mampu berfikir secara rasional, sedangkan Heart memiliki arti Setiap sekolah Memberi Fasilitas kepada muridnya untuk Menjadi pribadi yang berbudi Luhur (mulia),-

Hand Mempunyai arti setiap sekolah Harus memberi fasilitas kepada muridnya agar dapat memiliki keterampilan yang nyata sesuai bakat yang murid miliki, dan bukan hanya sekedar teori.

Mungkin cukup seperti itu ya sobat ulasan mengenai sejarah peminatan kelas 11  kolonialisme dan imperialisme  di indonesia serta respon bangsa indonesia terhadap kolonialisme dan imperialisme, Dan juga Perbedaan Kolonialisme dan Imperialisme. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi Belajar anda.

Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme, Serta Respon Dari Bangsa Indonesia

 

Tinggalkan komentar