Revolusi Indonesia : Latar Belakang, Proses Terjadinya (Lengkap)

Revolusi Indonesia – pernahkah kalian bertanya kapan indonesia merdeka?,  apa yang melatarbelakangi revolusi indonesia?, kapan revolusi di indonesia? mari simak di bawah ini.

Revolusi adalah suatu perubahan sosial dan kebudayaan yang terjadi dalam waktu yang cepat, dan revolusi dapat terjadi baik di rencana maupun tidak terencana. Seperti Revolusi Indonesia termasuk di rencana.

Masih ingatkah kalian tentang terjadinya pengeboman di dua kota jepang yang di lakukan leh sekutu, pada tanggal 6 Agustus 1945, kota Hiroshima di bom atom oleh pasukan sekutu sehingga ekonomi lumpuh dan banyak korban berjatuhan.

Dan pada tgl 9 agustus 1945 di susul pengeboman lagi di kota nagasaki oleh pasukan sekutu juga. Dan pada tanggal 15 agustus jepang menyerah pada sekutu tanpa syarat. Dan kabar penyerahan sekutu di dengar oleh golongan pemuda indonesia.

Dan golongan muda ini tidak ingin menyia-niakan kesempatan untuk mendesak presiden suokarno hatta untuk segera melakukan revolusi indonesia (memproklamasikan kemerdekaan).

Dan dari sinilah ke dua tokoh soekarno dan moh hatta di culik dan di bawa ke rengasdengklok dengan tujuan untuk Soekarno-Hatta didesak untuk segera menyatakan kemerdekaan Indonesia.

 

Masa revolusi indonesia atau yang biasa di sebut Revolusi Nasional Indonesia yaitu masa setelah di proklamirkannya kemerdekaan indonesia dan masih adanya konflik dengan Kerajaan Belanda.

Terjadinya peristiwa ini di mulai dari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indomesia pada tanggal 17 agustus 1945 sampai adanya pengakuan kemerdekaan indonesia dari pihak kolonialisme Belanda pada tanggal 29 Desember 1949. Kalian pasti belum lahir kan sobat belajarnusantara.

Peristiwa revolusi indonesia menandakan berakhirnya masa kolonialisme Belanda dan menyebabkan terjadinya perubahan struktur sosial maupun ekonomi pada negara Indonesia.

Latar Belakang Terjadinya Revolusi Indonesia

Latar Belakang Terjadinya Revolusi Indonesia

Pergerakan nasionalis sebagai dukungan kemerdekaan indonesia, seperti Organisasi Partai Nasionalis Indonesia, Budi Utomo, Sarekat Islam, PKI (Partai komunisme indonesia) dan partai ini berkembang dengan sangat pesat di abad 20.

Gerakan Nasionalis ini menjadi awal strategi kerja sama dengan di kirimnya wakil dari mereka ke Dewan Rakyat (Volksraad). Dengan harapan Negara indonesia di beri hak untuk memerintah pemerintahannya sendiri tanpa danya campur tangan dari kolonial Belanda.

Sedangkan Gerakan nasionalis dengan Pimpinan Ir. Soekarno, Moh Hatta, serta dua orang mahasiswa memilih jalan yang Nonkooperatif

Mereka ini Menuntut Untuk memberi kebebasan negara indonesia atas Koloni Belanda, tentara sekutu termasuk di dalamnya ada Belanda yang membentuk suatu komandomiliter yang di beri nama AFNEI  (Allied Forces for Netherland Indies) untuk merebut kembali kekuasaan yang ada di indonesia.

Penduduk tanah air Indonesia yang mengetahui kabar tersebut idak tinggal diam dan mulai bergerak melakukan beberapa perlawanan hingga sampai puncak yang di sebut Revolusi Indonesia.

Upaya Diplomasi

Upaya Diplomasi

Pada tanggal 10 – 15 November 1946 di adakanlah sebuah perundingan Linggarjati, dan pada tanggal 20 Juli 1947 Belanda melanggar perjanjian Linggarjati dan melakukan serangan militer atau agresi militer I yang di luncurkannya pada tengah malam.

Agresi pertama ini memiliki tujuan utama yaitu untuk menghancurkan Kekuatan yang telah di bentuk republik indonesia dan wilayah yang di incar untuk di serang adalah Sumatra dan Jawa, aksi ini menjadi pelanggaran atas perundingan linggarjati.

Yang isi dari perjanjian itu yaitu Belanda dan Indonesia akan melakukan kerjasama dalam pembentukan RIS.

Setelah itu di buatlah lagi sebuah perundingan yang diberi nama  Perundingan Renville yang di adakan pada 17 januari 1948. Akan tetapi pihak Belanda menghianati isi perjanjian tersebut dengan mengadakan insiden Penembakan brutal terhadap indonesia yang terjadi di daerah  Bekasi dan Karawang.

Agresi militer Belanda dua terjadi pada tahun 1948, dengan perluasan daerah serangan yang di lakukan oleh Belanda hingga sampai daerah Yogyakarta, dan pada saat itu Yogyakarta menjadi Ibu kota.

Selanjutnya di susul dengan di adakannya lagi perjanjian yang di beri nama perjanjian Roem – Royen pada tanggal 14 april 1949 yang fungsinya untuk penyelesaian konflik pada awal kemerdekaan indonesia.

Setelah perjanjian Roem Royen di buatlah perjanjian lagi yang di beri nama KMB (Konferensi Meja Bundar) yang terjadi pada tanggal 23 Agustus – 2 November 1949 dan hasil dari perjanjian KMB ini adalah dengan Pengakuan Belanda terhadap Kedaulatan Bangsa Indonesia.

Titik Pertempuran Melawan Sekutu

Titik Pertempuran Melawan Sekutu

  • Pertempuran Surabaya
  • Pertempuran Bandung Lautan Api
  • Pertempuran Ambarawa Magelang
  • Pertempuran Puputan Margana
  • Pertempuran Medan Area
  • Perjuangan Bersenjata di sulawesi

Konflik 

Pemberontakan Komunis 

Pemberontakan Komunis 

Pada saat tanggal 18 september 1948, anggota PKI memproklamasikan Republik Soviet di Indonesia. Ini di lakukan oleh anggota PKI yang berniat menentang pemerintahan Moh. Hatta, dan terjadilah pertempuran antara PKI dan Tentara Republik Indonesia.

Dan Tentara indonesia Berhasil menaklukan para anggota PKI beserta Pimpinan dari PKI yang bernama Muso, ia behasil tertangkap dan di bunuh mati di tempat.

Pemberontakan Darul Islam 

Pemberontakan Darul Islam 

Pemerintahan indonesia memiliki niat untuk membubarkan organisasi KGSS Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan. Ketua dari organisasi ini bernama Kahar Muzakar, ia menutut supaya Kesatuan Gerilya dan KGSS di gabung menjadi satu Brigade yang di beri nama dengan sebutan Brigade Hasanudin di baweah naungan pimpinannya kahar muzakar

Akan tetapi Tuntutannya ini di tolak, dengan alasan karena di anggap tidak memenuhi syarat untuk tugas Dinas militer.

Ketika akan di lantik menjadi pejabat tinggi wakil panglima entara dan tetorium VII, Kahar mUzakar beserta para kelompoknya kabur dan melarikan diri ke hutan dengan membawa persenjataan lengkap.

lalu kahar muzakar  mengubah nama pasukannya menjadi Tentara Islam indonesia dan Menyatakan bahwa ia dan kelompoknya menjadi bagian dari DI/TII Kartosuwiryo pada tanggal 7 agustus 1953

Dampak Revolusi Indonesia

Dampak Revolusi Indonesia

Walaupun tidak ada data yang pasti yang menunjukan berapa banyak nyawa rakyat indonesia yang mati dalam gerakan revolusi indonesia tersebut.

Kurang lebih di perkirakan 45.000 – 100.000 jiwa, sedangkan rakyat sipil di perkirakan kuran glebih sekitar 25.000 – 100.000 nyawa.

Sedangkan dari pihak Belanda Kehilangan Sekitar 500 nyawa tentaranya di indonesia. Gerakan Revolusi Indoesia ini Verhasil karena perjuangan bersama seluruh rakyat indonesia, dan revolusi indonesia berdampak pada kondisi politik, ekonomi, sosbud di indonesia, contohnya seperti Keurangan stok bahan bakar dan bahan makanan

Itulah proses berlangsungnya Revolusi Indonesia, faktor revolusi indonesia, pengaruh rvolusi indonesia,diplomasi Revolusi Indonesia, semoga makalah revolusi indonesia lengkap ini bermanfaat.

Revolusi Indonesia : Latar Belakang, Proses Terjadinya (Lengkap)

Leave a Comment