10+ Fakta tentang Zaman Praaksara di Indonesia

Fakta tentang Zaman Praaksara – Melihat kehidupan yang modern super canggih dan serba teknologi saat ini apakah kalian pernah terbersit pertanyaan di benak kalian bagaiman kehidupan nenek moyang kita sebelum adanya teknologi. Dan bagai mana perkembangannya hingga mencapai masa yang modern seperti sekarang

Nirleka adalah nama lain dari zaman praaksara adalah masa di mana manusia purba belum mengenal tulisan.

Di negara Indonesia sendiri zaman praaksara di tandai dengan dua zaman yaitu zaman batu dan juga zaman logam

 

10+ Fakta tentang Zaman Praaksara di Indonesia

  1. Disebut juga masa nirleka

Disebut juga masa nirleka

Masa prasejarah lalu kemudian istilah ini di ganti dengan istilah zaman praaksara. mengapa di ganti dengan sebutan zaman praaksara, karena walaupun manusia purba belum mengenal tulisan pada zaman praaksara tetapi manusia purba telah mengenal dan mempunyai sejarah serta telah menghasilkan budaya.

 

  1. Dimulai dari zaman batu

Dimulai dari zaman batu

Zaman praaksara di negara Indonesia kemungkinan di awali dengan zaman batu yang kemudia di bagi menjadi 4 sub kategori yaitu paleolitikum, mesolitikum, neolitikum, dan megalitikum.

 

  1. Jenis manusia purba

Jenis manusia purba

Zaman paleolitikum bermula pada 50.000-10.000 tahun SM. Para ahli sejarah terkemuka mengungkap bahwa saat itu manusia purba yang meninggali wilayah Indonesia yaitu seperti Meganthropus paleojavanicus, Pithecantropus erectus, dan Homo erectus.

 

  1. Persebaran manusia pendukung

Persebaran manusia pendukung

Selain yang di sebutkan di atas ada juga homo wajakensis yang di temukan di tulungagung, jawa timur, homo floroensis di temukan di flores, NTT, dan juga Homo Soloensis yang di temukan di pulau jawa.

 

  1. Sistem atau cara hidup

Sistem atau cara hidup

Manusia purba Yang hidup pada zaman paleolitikum ini hidupnya dekat dengan sumber air seperti sungai atau danau karena mereka hidup bergantung dengan alam

Ketika sumber makanan di sekitar habis maka manusia purba akan berpindah ke tempat lain yang masih banyak sumber makanan. Jadi mereka hidup berpindah –  pindah tempat tinggal (Nomaden)

 

  1. Hasil kebudayaan

Hasil kebudayaan

Manusia purba yang ada di zaman paleolitikum Ketika berburu dan meramu mereka menggunakan alat – alat yang sederhana dari batu ataupun tulang dan tanduk hewan yang di bentuk menjadi alat serpih (flakes), kapak dll

 

  1. Ras baru

Ras baru

Pada Zaman mesolitikum di Indonesia di temukan dua ras baru yaitu ras mongoloid dan ras austromelanosoid

Ada pendapat yang menyebut  Ketika masa mesolitikum ini Pithecantropus erectus, Meganthropus paleojavanicus, Homo wajakensis dan soloensis punah di karenakan tidap bisa beradaptasi dengan lingkungan dan kehidupan yang semakin kompleks

Pendapat ini di perkuat dengan tidak di temukannya artefak, jejak aktivitas atau perkembangan perkakas yang biasa di gunakan untuk kebutuhan hidup sehari -hari.

 

  1. Kemunculan manusia modern

Kemunculan manusia modern

Daerah nusantara lalu di kuasai oleh  ras mongoloid dan ras austromelanesoid, dan kedua ras ini di golongkan ke dalam jenis manuisa modern (Homo sapiens)

Pada masa ini manusia purba modern sudah mulai bertempat tinggal menetap dan dapat mengolah makanan sendiri karena telah menemukan api dari dua batu yang di gesekkan. Dan manusia purba modern ini juga telah mengenal pembagian tugas yaitu wanita mengasuh anak sedangkan pria berburu

Manusia di zaman ini sudah mengenal cara bercocok tanam secara sederhana sehingga kegiatan mereka tidak hanya berburu saja. Inilah awal mula kehidupan manusia modern di mulai

 

  1. Mulai menganut sistem kepercayaan

Mulai menganut sistem kepercayaan

Seiring berjalannya waktu, manusisa purba pada zaman praaksara di wilayah nusantara mulai mengenali beberapa sitem kepercayaan, manusia purba ini mempunyai tiga kepercayaan yaitu animism, dinamisme dan totemisme

 

– Animisme yaitu sebuah kepercayaan yang memercayai adanya pengaruh roh nenek moyang yang dapat mempengaruhi kehidupan penganutnya.

– Dinamisme adalah suatu kepercayaan yang mempercayai kekuatan suatu benda dalam memengaruhi kehidupan penganutnya.

– Totemisme yaitu suatu kepercayaan yang memercayai kekuatan benda atau makhluk selain manusia yang dianggap suci sehingga di sembah. Contohnya seperti kura-kura, ikan, burung tumbuhan, atau benda lainnya yang fungsinya sebagai lambang atau simbol yang sangat di hormati dihormati dan sifatnya mistis.

 

  1. Penemuan fosil di Indonesia

Penemuan fosil di Indonesia

Di situs sangiran di temukan fosil masnusia purba homo erectus sebanyak 100 fosil dan menjadi 50% lebih temuan fosil homo erectus yang di temukan di dunia. Dan lebih dari 60%nya di temukan di Indonesia negara tercinta kita

Di Indonesia sendiri, banyak di temukan fosil manusia purba dan jenisnya ada tiga dengan ciri fisik yang di jelaskan di bawah ini.

 

  1. Meganthropus paleojavanicus

Meganthropus paleojavanicus

ini merupakan manusia puba yang paling tua di pulau jawa ciri fisiknya yaitu memiliki tubuh yang besar dan kekar, tulangnya tebal danrangnya besar serta keningnya menonjol

manusia purba Meganthropus paleojavanicus ini hidup sekitar dua juta sebelum masehi. Fosilnya ditemukan dan diteliti oleh seorang ahli bernama Dr. G.H.R. Von Koenigswald pada 1936 dan 1941 di Sangiran, Solo Jawa tengah.

 

  1. Pithecanthropus erectus

Pithecanthropus erectus

Pithecanthropus erectus merupakan jenis manusia kedua yang di temukan di Indonesia. Manusia purba ini di golongkan dan termasuk ke dalam manusia kera berjalan tegak.

Tingga manusia purba ini di perkirakan 165-180 cm. tingginya sama dengan manusia modern zaman sekarang. Fosilnya ditemukan oleh seorang ahli yang bernama Eugene Dubois di Trinil, dekat Bengawan Solo.

 

  1. Homo

Manusia purba ini merupakan manusia purba yang paling sempurna di antara penemuan kedua yang di atas. Ada tiga jenis manusia homo yang di temukan di Indonesia seperti:

 

Homo soloensis

Homo soloensis

Homo Soloensis ini di temukan di solo dengan tinggi badan 180 cm dan tengkoraknya lebih besar dari Pithecanthropus erectus. Fosil homo soloensis ini di temukan oleh Ir. Oppenorth di Ngandong

 

Homo wajakenesis

Homo wajakenesis

Manusia purba ini memiliki tinggi badan sekitar 130-210 cm dengan tengkorak yang bulat. Homo wajakensis ini di temukan oleh ahli yang bernama Van Reitschoten pada 1889 di Wajak, Jawa Timur

Homo wajakensis ini bisa berjalan dengan tegak dan mempunyai keahlian membuat peralatan berburu dan meramu dari tulang, tanduk, batu, kayu.

 

Homo sapiens

Homo sapiens

Homo sapiens mempunyai ciri fisik yang sama dengan manusia yang hidup di zaman modern yang serba praktis ini.

Seperti itulah fakta tentang zaman praaksara di Indonesia. Dengan mempelajari zaman praaksara kita dapat mengetahui kehidupan dan kebudayaan di masa lalu dan kita jadi lebih bersyukur. Semoga bermanfaat.

10+ Fakta tentang Zaman Praaksara di Indonesia

Tinggalkan komentar