4+ Mitos Burung Hantu Berbagai Versi Yang Jarang Diketahui

Mitos Burung Hantu – Manusia cenderung suka mengaitkan fenomena di sekitarnya dengan hal-hal yang berbau mistis. Termasuk di antaranya melibatkan hewan. Ada beberapa hewan yang dianggap mampu berhubungan dengan hal-hal gaib. Salah satunya adalah burung hantu.

Dengan sorot mata yang tajam membuat tampilannya menyeramkan, aktif di malam hari, dan suara kicauannya yang seram. Faktor-faktor itulah yang membuatnya dilabeli burung mistis di antara macam-macam jenis burung lainnya.

Ternyata label ini juga tidak hanya diberikan oleh orang-orang Indonesia saja lho. Ada juga orang-orang dari negara dan golongan tertentu yang menjadikan burung pemangsa ini menjadi simbol klenik. Berikut adalah beberapa versi mitos dari burung hantu di berbagai negara.

1. Mitos Burung Hantu Versi dari Indonesia

 

Mitos Burung Hantu Versi dari Indonesia

Sudah menjadi mitos yang umum bahwa orang Indonesia menganggap burung ini sebagai burung kematian. Dari cerita yang beredar, seseorang perlu waspada jika ada burung hantu yang hinggap di depan rumahnya. Masyarakat meyakini bahwa akan ada orang yang meninggal di rumah tersebut dalam waktu dekat. Selain itu bila ada orang yang menirukan suara burung tersebut dan tidak ditanggapi maka kemungkinan orang tersebut yang akan meninggal.

Tidak hanya sebagai burung kematian, burung ini juga diyakini mampu memanggil makhluk halus. Oleh karenanya, banyak dukun yang memelihara burung yang mampu memutar kepalanya 270o ini.

2. Versi dari Yunani kuno

 

Versi dari Yunani kuno

Berbeda dari Indonesia yang menganggapnya sebagai pembawa malapetaka. Burung nokturnal ini justru mendapat terhormat bagi masyarakat Yunani kuno. Burung hantu yang mereka puja adalah dari jenis Athene Noctua. Burung jenis ini tidak sebesar yang pada umumnya. Namun menurut cerita Yunani kuno, burung tersebut menjadi kesayangan Athena, Sang Dewi Kebijaksanaan. Oleh karena itulah bahkan burung bermata besar ini juga sering dibawa dalam medan perang. Mereka meyakini jika ia terbang di atas prajurit Yunani sebelum pertempuran, kemenangan sudah dapat dipastikan.

3. Versi bangsa Romawi kuno

 

Versi bangsa Romawi kuno

Ada desas-desus yang cukup populer beredar di masyarakat Romawi saat itu. Sesaat sebelum kematian beberapa kaisar yang memerintah, burung yang mampu melihat dalam gelap  ini hinggap di kediaman mereka. Oleh karena itulah, orang-orang romawi berusaha menangkap dan mengikatnya di depan rumah. Mereka meyakini hal itu dapat menolak bala, roh jahat, dan aura negatif lain yang ingin mengganggu kediaman mereka.

4. Versi skotlandia

 

Versi skotlandia

Tidak jauh berbeda dengan Indonesia, ternyata orang Skotlandia menganggapnya sebagai burung pembawa malapetaka. Mereka meyakini bahwa suara dari burung tersebut di tengah malam adalah pertanda bahwa kematian akan mendatangi seseorang.  Sementara bila burung dengan pendengaran infrasonik ini  terbang berputar di udara pada siang hari, artinya seseorang di sekitar akan mengalami nasib sial. Jika bertepatan dengan malam Halloween, maka dianggap mereka sedang memakan jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal.

4+ Mitos Burung Hantu Berbagai Versi Yang Jarang Diketahui

Tinggalkan komentar