Revolusi Perancis (Beserta Fakta yang Terjadi Didalamnya)

Revolusi Perancis – Pada zamannya dunia di gemparkan dengan adanya kabar revolusi perancis. Apa penyebab terjadinya revolusi perancis?, dan apa yang di sebut dengan revolusi perancis?, dan siapa tokoh revolusi perancis?. Pertanyaan seperti ini pasti pernah muncul di benak kalian kan sahabat belajarnusantara.

Revolusi Perancis termasuk ke dalam salah satu Revolusi yang besar di dunia dan bisa merombak tatanan kehidupan bermasyarakat.

Revolusi Perancis sendiri yaitu suatu periode pergolakan politik dan periode social radikal di perancis. Dan hal ini menjadi salah satu ujung tombak sejarah negara perancis, dan dampaknya menyebar ke eropa dan berbagai negara lain di dunia.

Pada tahun 1787 dan 1799 terjadilah Revolusi Perancis dan ini merupakan Gerakan revolusioner yang sangat ramai di perancis pada waktu itu.

Puncak revolusi Perancis terjadi pada tahun 1789 hal ini menandakan bahwa akhir dari rezim lama di negara perancis dan berdirinya rezim yang baru di Perancis.

Penyebab Terjadinya Revolusi Perancis

Penyebab Terjadinya Revolusi Perancis
Penyebab Terjadinya Revolusi Perancis

Sebelum adanya kejadian Revolusi Perancis, system pemerintahan yang mengatur kehidupan rakyat sangatlah jelek. Di dalam berbagai bidang seperti ekonomi, politik, sosial yang terjadi pada saat itu adalah pemerintahan yang tidak adil dan kacau balau.

Kekuasaan Raja Yang Absolut

Kekuasaan Raja Yang Absolut
Kekuasaan Raja Yang Absolut

Sejak perancis di pimpin oleh Henry IV kekuasaan kerajaan pertamakalinya menjadi absolud. Akan tetapi benar-benar di berlakukannya pada saat pemerintahan Louis XIII pada tahun 1610-1643.

Seorang raja adalah Pemegang kekuasaan tertinggi di pemerintahan dan penentu tunggal dalam hal mengenai pemerintahan negara.

Para penerus Raja Louis XIII Tetap Memberlakukan sistem pemerintahan absolut dan tidak mau mengganti dengan pemerintahan republik.

Pada tahun 1643 sampai 1715 pemerintahan di pegang oleh raja Louis XIV dan pada saat menjabat dia mengikrarkan ucapan bahwa dirinya adalah tuhan di dunia (Le Droit Devin).

Selama pemerintahan Raja Louis XIV mempunyai wilayah negara keseluruhan, baik dari segi penduduk ataupun kekayaan.

Pada tahun 1774-1715 Negara Perancis mengalami masa kemunduran Ketika di pimpin oleh raja Luois XVI. Pada saat itu terjadi krisis keuangan besar-besaran.

Pada waktu raja Louis XVI memegang pemerintahan, dalam hal kepemerintahan lebih banyak di pegang kendali oleh istrinya yang Bernama Marie Antoinette.

Urusan pemerintahan yang kacau balau karena pemimpin Prancis yang tidak kompeten menjadikan rakyat merasa kecewa dan benci kepada pemerintah raja Prancis.

Kondisi Keuangan Negara

Kondisi Keuangan Negara
Kondisi Keuangan Negara

Dengan kehidupan raja beserta keluarga kerajaan yang hidup mewah dan sangat boros mengakibatkan kondisi keuangan Negara menjadi sangat lemah. Di tambah pada tahun 1787 dan 1788 terjadi gagal panen yang mengakibatkan kerugian yang sangat banyak.

Hal ini di sebabkan oleh kondisi iklim yang tidak teratur. Akibat hal ini keuangan negara menjadi sangat lemah dan parah.

Dan pada tahun 1787 pemerintah memperbolehkan kebebasan ekspor biji-bijian sehingga yang terjadi adalah lumbung- lumbung mengalami kekosongan, karena pasokan biji habis di ekspor.

Harga biji-bijian melambung tinggi hal ini menyebabkan kenaikan pada sektor biaya hidup. Hal ini berdampak pada perusahaan di Prancis banyak yang mengalami gulung tikar

Ketimpangan Masyarakat

Ketimpangan Masyarakat
Ketimpangan Masyarakat

Pemerintahan yang absolut menjadikan rakyat hidup penuh tekanan karena adanya berbagai kewajiban yang harus di bayar oleh rakyat, dan kewajiban ini sangat memberatkan rakyat Perancis sendiri.

Kondisi ini menyebabkan munculnya kecemburuan sosial bagi rakyat. Dan bahkan mendorong tumbuhnya sekelompok masyarakat yang mempunyai mindset mempertahankan kemapanan.

Kondisi sosial ini membuat rakyat pecah menjadi tiga golongan golongan itu adalah :

  1. Golongan pertama adalah bangsawan

Pada golongan yang pertama ini terdiri dari keluarga kerajaan dan para pemilik tanah yang luas.

  1. Golongan yang ke dua Pemuak agama Gereja

Yang menjadi golongan yang ke dua ini adalah Sebagian kecil dari rakyat perancis. Golongan ini ada dan jumlahnya sekitar 65.000 orang dan mampu menguasai seperlima tanah yang ada di perancis

  1. Golongan yang ke tiga adalah rakyat umum

Golongan ini merupakan golongan yang jumlahnya paling besar di perancis. Dan terdiri dari kaum pengrajin, petani, borjuis.

Orang yang berada di golongan ini jumlahnya sekitar 25 juta orang dan gologan ini juga di pandang rendah, dan dari golongan ini juga tidak memiliki hak untuk mempunyai jabatan di pemerintahan.

Berkembangnya Pemikiran Baru

Berkembangnya Pemikiran Baru
Berkembangnya Pemikiran Baru

Pada abad ke-18 pertengahan di negara Perancis  terbit para filsuf dan penulis yang sangat terkenal.

Dan banyak sekali tulisan yang menginginkan perubahan besar untuk kebaikan negara perancis. Karena yang di tuliskan para filsuf adalah mengenai kesalahan yang telah di lakukan oleh pemereintah lama, seperti kondisi keuangan, kondisi sosial dll.

Para filsuf yang terbit di Prancis dan ikut andil memberikan karya seperti Voltaire, atau Jean-Jacques Rousseau, Montesquieu.

Puncak Revolusi Perancis

Puncak Revolusi Perancis
Puncak Revolusi Perancis

Pada tahun 1789 dengan kondisi perancis yang begitu kacau membuat rakyat tidak puas atas kepemerintahan kerajaan hal inilah yang menjadi penyebab revolusi perancis, kritik selalu di ajukan tanpa henti setiap abad oleh kaum yang elite dan banyak ilmu.

Dan mereka tetap menolak jarak antara tatanan sosial dan tatanan politik

Dalam buku sejarah perancis karya Jean Carpentier dari zaman prasejarah hingga akhir abad 20 tepatnya 2011, Ketika awal tahun 1789 sering muncul plakat-plakat dan juga lembaran yang bertahap.

Rakyat perancis pun mulai geram dan angkat bicara di seluruh penjuru perancis, banyak sekali di lontarkan saat mengisi acara daftar acara (cahiers de doleances). Dan mempersiapkan pemilu di tingkat kedaerahan.

Di langsungkannya sidang majelis rakyat (Sidang Etats Generaux) di Versailies pada tanggal 5 mei 1789.

Raja Louis mengikrarkan beberapa janji Ketika masalah persoalan negara sudah terselesaikan dengan baik.

Namun rakyat dari golongan yang ketiga merasa sangat kecewa dengan yang di lakukan Raja Louis, karena sang raja tidak memberikan sepenggal kata apapun mengenai pembahasan undang-undang dasar.

Sidang ini mengalami masalah kemacetan karena di sebabkan oleh adanya ketidaksepakatan dalam hal pemungutan suara.

Orang yang termasuk kedalam golongan satu dan dua mempunyai keinginan agar pemungutan suara di lakukan pergolongan supaya mendapatkan kemenangan yang telak.

Sementara untuk yang golongan tiga menginginkan supanya kegiatan pemungutan suara di lakukan perindividu (perorangan).

Akan tetapi Raja Louis tidak dapat mengambil keputusan apapun. Atas sikap raja ini mengakibatkan rasa sangat kecewa bagi rakyat golongan satu dan juga dua.

Sedangkan golongan tiga semangat untuk mengadakan perubahan revolusi perancis. Golongan tiga membentuk Dewan Nasional (Assemblee Nationale) pada tanggal 14 Juni 1789.

Dewan ini merupakan sidang semua rakyat tanpa adanya golongan. Dan membentuk dewan baru yang di beri nama Dewan Nasional Konstituante (Assemblee Nationale Constituante) pada tanggal 9 juli 1789.

Tugas dari dewan ini yaitu membuat rancangan Undang -Undang Dasar. Munculnya dewan ini mengakibatkan kewibawaan raja menjadi semakin lemah.

Pada tanggal 14 juli 1789 terjadilah Sebuah aksi penyerbuan menuju penjara Bastille yang menjadi sebuah lambang absolutisme Raja Louis.

Penyerbuan ini terjadi karena akibat dari adanya suatu informasi yang isinya adalah Raja telah mengirim pasukan yang jumlahnya 20.000 personil yang bertugas untuk menjaga area sekitar Paris atau Versailes untuk menundukkan Revolusi yang sedang berlangsung.

Penyerbuan penjara Bastille ini sebagai tanda puncak dari revolusi Perancis. Kejadian ini tepat pada tanggal 14 juli 1789 dan rakyat perancis menetapkan bahwa hari dan tangggal itu sebagai Hari Nasional Perancis.

Seperti itulah proses terjadinya revolusi perancis yang sangat menegangkan bagi rakyat perancis.

Fakta Seputar Revolusi Perancis

Fakta Seputar Revolusi Perancis
Fakta Seputar Revolusi Perancis

Pasca revolusi Perancis terdapat fakta yang unik sekaligus mengerikan simaklah faktanya di bawah ini :

1. Pembersihan faksi Girondin

Pembersihan faksi Girondin
Pembersihan faksi Girondin

Dalam pemerintahan yang baru di Prancis mempunyai dua faksi pemerintahan utama yaitu Montagnard dan Girondin. Montagnart yaitu kaum ekstermis yang memiliki keinginan meratakan semuanya, siapapun yang di anggap sebagai bangsawan harus di eksekusi.

Sedangkan Girondin adalah kelompok yang moderat, mereka berkeinginan membentuk negara Prancis yang demokratis dan bebas.

Dimana – mana setiap individu mempunyai hak suaranya masing-masing, kaum Girondin mendapat dukungan dari rakyat prancis meskipun rakyat paris lebih menyukai kelompok montagnart.

Akhirnya dua kelompok inipun berselisih pendapat dan berdebat saat proses pengeksekusian Louis XVI, kelompok Girondin berkeinginan mengadakan pengambilan suara rakyat sedangkan kelompok montagnard berkeinginan langsung membunuhnya.

Montagnart beranggapan dan menuduh bahwa Girondin berencana Menyelamatkan Raja dan mengecap kaum Girondin sebagai penghianat.

Sepanjang jalanan di paris bergejolak, sekelompok orang yang jumlahnya banyak mengepung gedung pemerintahan prancis, dan menuntut supaya Girondin di buang dari Pemerintahan baru prancis

Beberapa orang dari kelompok Girondin berhasil melarikan diri, walau pada akhirnya mereka yang tersisa dan melarikan diri tertangkap juga dan di bawa menuju Guillotine.

2. Pemenggalan Louis XVI dan Istrinya, Marie Antoinette

Pemenggalan Louis XVI dan Istrinya, Marie Antoinette
Pemenggalan Louis XVI dan Istrinya, Marie Antoinette

Salah satu momen penting dalam era revolusi perancis adalah pemenggalan kepal Louis XVI dan istrinya Marie Antoinette,hal itu seharusnya tidak terjadi.

Pada awalnya sebelum Lois Menjadi Raja XVI di prancis dia merupakan orang yang tipe pemalu dan sangat pendiam, butuh waktu sekitar tujuh tahun bagi dirinya untuk menikahi Marie Antoinette.

Setelah Louis di angkat menjadi raja di Prancis, ia di kenal sangat berhati – hati dalam menjalankan roda pemerintahan di Prancis. Di masa yang lain mungkin akan menjadi Raja yang sangat hebat, namun ia tak akan bisa bertahan menghadapi krisis politik di prancis pada waktu itu.

Pada waktu itu Louis XVI hanya sekedar boneka untuk istrinya, Karena sebagian besar pemerintahan di Prancis dipegang oleh istrinya.

Tidak heran kalau rakyat ingin pemerintahan baru memenggal kepalanya. Karena Louis XVI adalah simbol dari Monarki.

Beberapa tokoh revolusi perancis Menentang adanya pengeksekusian Louis XVI, walau setelah itu ia dan juga istrinya pada tahun 1793 di bunuh di guillotine Prancis.

Tindakan ini sangat mengejutkan dunia Karena raja Louis di kenal sebagai raja yang sangat moderat. Atas kematiannya ini mengakibatkan kemarahan kerajaan – kerajan lain yang berada di eropa dan memulai perang yang mungkin dapat di hindari.

Di kutip dari history, kematian raja Louis di hadapinya dengan berani, sebelum kematiannya raja Louis memafkan semua orang yang benci padanya, dan harapan dia adalah tidak ada lagi pertempuran darah setelahnya. Akan tetapi harapan dari Luois sayangnya tidak terwujud

3. Hukum Tersangka

Hukum Tersangka
Hukum Tersangka

Awal di mulainya Revolusi Perancis karena para revolusioner menginginkan semua orang setara dan memiliki kebebasan di negara Prancis. Tetapi setelah mereka berhasil menang, amarah mereka tak kunjung padam.

Malah terjadi sebaliknya, siapapun yang menjadi ancaman bagi mereka maka akan di buru. Periode ini di kenal dengan istilah pemerintahan teror (Reign of Terror), yang menyebabkan ribuan orang tak berdosa mati sia-sia karena di teror.

Law Of Suspects (Hukum Tersangka) di mulailah pemerintahan ini yang memberikan hak kekuasaan pada mereka untuk menuduh siapapun sebagai pemberontak.

Dan pada akhirnya siapapun itu yang ada hubungannya dengan bangsawan maka akan di anggap sebagai pemberontak

Melapor dari Alpha history, di bawah Hukum Tersangka siapapun yang ada hubungan, perilaku, bahkan gaya bicara yang mengandung dukungan pada Monarki akan di anggap sebagi pemberontak dari kebebasan.

4. Pengepungan Kota Lyon

Pengepungan Kota Lyon
Pengepungan Kota Lyon

Tidak semua orang di prancis menunjang revolusi Prancis yang brutal, misalnya adalah kota Lyon di prancis kota ini mendukung pendapat dari faksi Girondin, oleh sebab itu Para petinggi Montagnard beranggapan bahwa kota Lyon adalah pusat dukungan yang loyal untuk kelompok Girondin.

Pada tahun 1793 kota Lyon di kepung oleh pasukan Montagnard, dalam pengepungan itu 2.000 lebih orang tewas dan akhirnya kota Lyon dapat di Taklukan oleh Montagnard.

Konvensi Nasional Mengeluarkan dekrit pada bulan Oktober yang isinya adalah seruan supaya Kota Lyon di hancurkan, dan setiap bangunan milik orang kaya harus di hancurkan.

dan hanya menyisakan beberapa monumen saja dan rumah orang-orang miskin, dan mempunyai rencana untuk memberi nama baru pada kota Lyon yaitu Ville Affrachie (Kota Bebas)

5. Pembantaian di Vendée

Pembantaian di Vendée
Pembantaian di Vendée

Seharusnya Revolusi menjadi sebuah gerakan yang dapat membebaskan rakyat kelas bawah lalu memberi mereka perlindungan keamanan dan kebebasan.

Akan tetapi setelah Revolusi Perancis berakhir masih ada hukum siapapun yang menentang pemerintahan baru perancis akan mendapatkan hukuman dari pemerintahan baru prancis.

Pada hakikat awalnya, para kelompok revolusioner mendekati para pendeta di geraja karena pengaruh agama sangat kental dan kuat.

Akan tetapi mereka para kelompok revolusi ini malah berbelok ke ateisme dan memulai peradaban yang saat ini kita sebut dengan sekularisme. Akan tetapi di Vendée, masyarakat mulai timbul semangat untuk melindungi para pendeta dari pemerintahan revolusi yang baru.

Dan akhirnya mereka bergabung sebagai tentara katolik dan kerajaan dalam milisi lokal. Akan tetapi setelah terjadi pertempuran yang sengit itu, tentara katolik dan kerajaan dapat di taklukan.

Tidak hanya sampai situ pemerintahan revolusi baru perancis memerintahakan Jenderal Louis Marie Turreau untuk meluluhlantakan Vendée.

6. Hukum 22 Prairial

Hukum 22 Prairial
Hukum 22 Prairial

Sepanjang pemerintahan teror di prancis banyak sekali orang bahkan ribuan orang di penjara karena tuduhan yang tidak logis, penjara prancis pada khususnya di paris pada tahun 1794 mengalami over kapasitas karena saking banyaknya orang yang di penjara –

Mengakibatkan penjara sesak parah. Oleh sebab itu di buatlah aturan baru oleh Maximilien de Robespierre beserta sekutunya yang di beri nama Hukum 22 Prairial. Aturan ini membolehkan persidangan bisa di selesaikan dengan lebih praktis dan cepat.

Pada saat para terdakwa diadili, mereka para terdakwa di perlakukan dengan  tidak adil, hakim dan jaksa hanya mempunyai waktu tiga hari untuk mengambil keputusan, dan mereka harus memutuskan terdakwa akan di eksekusi atau di bebaskan.

Aturan terbaru ini menandakan sebuah masa yang di beri nama “Teror besar” setiap hari eksekusi kematian semakin bertambah banyak di prancis dan cenderung meningkat secara drastis di seluruh wilayah prancis.

Kebanyakan dari mereka yang di eksekusi adalah orang yang tidak bersalah dan tidak tau menau apa salahnya sehingga di eksekusi begitu saja.

Masa penuh teror itupun berakhir di prancis. tetapi bukan berati berakhirnya masa teror di prancis ini karena ketakutan pada masa ini, akan tetapi hukum ini malah menjadi senjata makan tuan sendiri, di mana anggota konvensi juga dapat di adili dan di eksekusi mati.

Masa penuh teror di prancis ini benar – benar berakhir ketika para anggota konvensi Mencopot jabatan Robespierre terus memenggal kepalanya.

7. Pembantaian September

Pembantaian September
Pembantaian September

Sesudah Raja Louis XVI di bunuh, Perancis jatuh dan mengalami kekacauan yang dahsyat, kekacauan terjadi dimana-mana, ketika pemerintahan revoluisioner baru memperebutkan kekuasaan siapa yang seharusnya berkuasa.

Tetapi satu hal yang dominan pada saat itu ialah ketakutan terhadap mereka yang menentang revolusioner.

Kelompok revolusioner takut ketika tentara yang royal menyerang Paris, Pemerintahan revolusioner yang baru di bentuk akan terjatuh, dan mereka juga takut apabila para narapidana di kota paris memberontak dan bergabung untuk melawan pemerintahan revolusioner jika di beri kesempatan keluar penjara.

Pada tanggal 1 dan 6 september 1792 ketakutan yang di takuti ini mencapai puncaknya ketika para narapidana di serang oleh kelompok revoluioner.

Dari yang di beritakan Britannica seribu orang lebih di bunuh dan di mutilasi di sepanjang jalan kota paris hanya dalam waktu sehari.

Dampak Revolusi Perancis Pada Dunia

Dampak Revolusi Perancis Pada Dunia
Dampak Revolusi Perancis Pada Dunia

Dengan adanya revolusi perancis, ide-ide liberal dan juga kebebasan untuk rakyat biasa hingga penghapusan kegiatan perbudakan meluas di daratan Eropa.

Dari sinilah kita dapat belajar bahwa pemerintahan di seluruh dunia tidak seharusnya mementingkan dirinya sendiri tetapi juga harus memperhatikan kesejahteraan rakyatnya.

Revolusi perancis mempunyai dampak yang signifikan dan hebat di bandingkan dengan revolsi amerika, bahkan dengan adanya revolusi perancis menyebakan terjadinya revolusi di negara lain. Misalnya seperti revolusi budak di daerah Karibia, revolusi Rusia dll.

Revolusi Perancis sebagai suatu tanda serta bukti nyata bahwa raja bukanlah pemimpin yang absolut, kemanusiaan dan keamanan, kebebasan adalah hak semua orang, penindasan adalah sebuah kesalahan.

Akibat lainnya yaitu berkurang dan menurunnya jumlah feodalisme di seluruh dunia. Hal ini di sebabkan karena feodalisme merupakan sesuatu yang tidak di sukai rakyat kecil karena hanya ada ketidak adilan.

Mungkin cukup untuk materi revolusi Perancis dan rangkuman revolusi perancis serta dampak revolusi perancis pada indonesia, semoga artikel di atas bermanfaat dan sampai jumpa di artikel Prancis lainnya.

Revolusi Perancis (Beserta Fakta yang Terjadi Didalamnya)

Tinggalkan komentar